Cahaya Dalam Karya


Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar, tetapi tentang menata ulang hati dan pikiran.

Di bulan ini, kita belajar: menurunkan ego,
mengintegralkan sabar, mensubstitusi keluh dengan syukur, dan menuliskan harapan dengan iman.

Setiap kata yang kita tulis adalah doa.
Setiap kalimat yang kita lahirkan adalah jejak perbaikan diri. Mari jalani 30 hari ini dengan kesadaran, bahwa Allah sedang membentuk versi terbaik diri kita.

Kita tidak harus sempurna.
Kita hanya perlu konsisten dan tulus.
Ramadhan ini,
kita tumbuh.
Kita pulih.
Kita bersinar.

✨ Bismillah, mulai hari ini kita menulis dengan hati.

🌙 Ramadhan adalah waktu terbaik untuk menulis dengan jiwa yang lebih jernih.
Mari kita jadikan setiap tulisan sebagai refleksi, doa, dan proses bertumbuh.
Tidak perlu sempurna, cukup tulus dan konsisten.

Bismillah kita mulai 30 hari penuh makna ✨
Ramadhan bukan untuk sekadar wacana. Ini bulan aksi, disiplin, dan pembuktian diri.

Bismillah kita bertumbuh 🔥🌙

#misjuli 
#Ramadhan1447H 
#BulanAksi 
#NurulAmanahPublishing 
#tantanganmenulisramadan 

Nurul Amanah Publishing — Cahaya dalam Karya.

Posting Komentar

0 Komentar