Ketika Gigiku sakit dan Tensiku Naik Disitulah Aku Merasa Sedih !!!! ( 1 )

Saat Diberi Rehat Badan Ini Beberapa Hari . . .Disitulah Kusyukuri Nikmatnya Sehat !!! Sudah Sebulan ini gigi rasanya tidak karu karuan ( jawa.red artinya nggak nyaman he he ) Semua rasanya serba salah . Kalau kata anak sekarang “ aku selalu salah “ he he nggak gitu kali ya . . .Tapi memang kalau boleh meminjam lagunya Ayahanda Magi Z lebih baik Sakit Hati , dari pada sakit GIGI . . .wkwkwk . Bercanda , tapi memang betul kok . Itu yang terasa didiriku selama 1 bulan ini . Makan nggak enak rasanya nggak nggigit karena dekat gigi taring yang memang sudah tinggal akar dan harus cabut kata dokter .


Ini semua salahku , bermula dari waktu hamil 3 jagoanku . Selama hamil , yang kutahu memang rasanya menyedot kalsium banyak , dan itu terasa di gigi . Mungkin karena memang tempat yang rapuh itu kali yaa. Dokter yang setengah mati kuminta untuk tambal , memberi obat pengurang sakit , sampai minta dicabut . . .sama sekali gagal rayuan mautku sekalipun. Sakit doook , kataku manja setengah meringis , ya sudah dikasih kalex aja yaa biar kalsiumnya terganti dan minum susu putih hangat saja yang mengandung kalsium , kata dokter sok cuek padahal mungkin sedih ya ditangisi pasien wanita hamil sepertiku. Tak mampu berbuat apa apa . . .hiks.

Akhirnya setelah tanya sana sini dengan tetangga hingga supirku dulu menyarankan untuk disumpal ragi .Whats !! emang gigiku singkong mau di manisin weleh weleh . Tapi memang betul lumayan berkurang . Dan itu kulakukan selama 3x hamil. Dampaknya memang tidak saat itu , baru mulai sekarang sekarang kurasakan . Gigiku cepat sekali rapuh bahkan rontok sendiri . Jadilah seringnya tinggal akar saja . Tinggal dokter yang marah marah , kan ga enak ga ada pegangannya . Kenapa sih seneng banget makanin gigi sendiri . Oh no dok bercanda saja lagi sakit gigi begini . Begitulah berulang ulang . Jadi terhitung sudah 5 gigi yang sukses dicabut tanpa pegangan alias tinggal akar saja . Ckckckck bukan main hebat ya ms juli ini , he he he

Dan kini adalah gigi ke enam yang berulang lagi kasusnya . Tapi Alhamdulillah kok dokter perempuan ini ga ngomel , dia sayang banget sama pasien guru cantik sat ini (mujidiri.com) . Beneran sayang banget , seumur umur dapet dokter gigi yang paling baik ya kali inilah . Aku kesana saat sedang sakit sakitnya , lalu beliau meminta untuk minum obat pengurang rasa sakit dulu baru setelah itu . Obatnya itu benar benar bikin ngantuk , sehari minum sukses bikin aku pules sampe pagi . Tapi aku merasa nggak nyaman saat mengajar rasa mengantuk melandaku . Saat itu rasanya sedih sekali hatiku harus menahan rasa kantuk padahal mengajar matematika, . . .akhirnya aku putuskan hanya minum sekali dua kali saja . 5 hari kemudian aku kembali . Asistennya dengan pede memukul gigiku untuk mengecek masih sakit atau tidak. Wadau teriakku !! beliau sampai kaget , kok masih sakit itukan obat sudah diukur bu untuk menghilang rasa sakit . Ibu pasti nggak diminum yaaa katanya sambil membujukku yang sudah menggigil ketakutan .

Iyaaa, kok bu dokter tahu yaaa , mantau saya yaaa ( kataku merajuk manja , dasar sudah salah ngeles lagi ). Ya tahulah . . .wong ibu saja masih kesakitan . Tapi aku ngantuk dooook kataku cari alesan lagi , ya itu memang efek penghilang sakit supaya gigi ibu bisa segera dicabut !! katanya . Aku nyengir dan garuk garuk kepala nggak gatel . Jadilah aku pulang lagi tanpa sukses mencabut gigi.
4 hari berikutnya aku kembali lagi ketika obat sudah habis kuminum , plus ditambah mengunyah daun sirih , dokter seperti menghadapi anak kecil . Nah gitu dong buuu , pinter ya sudah diminum katanya . Tapi kita tensi dulu yaa katanya semangat sekali . Kusodorkan tanganku untuk ditensi . Waduh bu , ini 174/105 , gak bisa nanti pendarahan saya ga berani . ke dokter umum dulu ya biar diberi penurun darah katanya . Aku manyun saja lagi lagi gagal huft . Kecewa ?? iya iyalah masak ya iya donk !! Tapi aku mengerti dokter tidak berani ambil reksiko.

Aku memang sudah sejak 2 tahun ini jadi menderita hipertensi , entah apa yang salah , makanankah atau pikiran yang harus kusalahkan ??? kan badan ini sudah tidak sama lagi 43 tahun loh . Sebelumnya sejak gadis aku dikenal darah rendah . Yah begitulah nikmat rasanya gigi dan tensi kurasakan . herannya hingga 3x berturut turut , lalu kemudian dokter menyarankan untuk dirawat untuk diteliti mendalam barangkali ada bagian syaraf yang kena . Karena tgl 7 dan 14 februari aku masih harus ujian semester 2 pasca sarjanaku , aku terpaksa menolak . Hingga kemudian tgl 23 pertahananku tumbang juga , pusingku dan gigiku semua berlomba memberi rasa sakit yang amat luar biasa . Senin itu aku masih bertahan untuk mengajar . padahal sebelumnya rabu-jumat aku minta ijin cuti 3 hari untuk rest tidak mengajar dan kupikir karena kangenku pada sulung yang bikin tensiku naik lagi . Dan sulung yang 3 bulan tidak pulang berhasil kurayu dengan tangisanku . He he sukses bukan. Dia sampai minta foto selfie denganku dan adiknya untuk obat kangennya di kost kostan sana .


Makanya aku senin semangat lagi , ternyata salah bukan dari fikiran memang gigiku dan pusingku lagi minta perhatian bener bener. Itu saja sulung ku sampai menangis , saat kukabari aku di rawat . Memaksa untuk pulang dan bisa merawatku , trauma dengan alm ayahnya yang ternyata meninggal itu saat dia di Bandung , dan aku tak sempat mengabari kalau ayahnya di ICU dalam keadaan kritis karena aku berharap ayahnya tidak sampai keterusan . Ternyata Allah punya cerita lain. Seperti anak kecil abang sulung mengingatkan aku , abang gamau kehilangan orang tua lagi buuuu tangisnya sedih hiks . Aku mati matian membujuknya untuk tidak pulang , baru kemarin 3 hari pulang . Kuliahnya semester 6 sedang ketat ketatnya kuliah senin-sabtu .Sudahlah bang doanya saja ibu gapapa . Ibu Cuma disuruh istirahat kalii. Bujukku. Setengah jam kupingku sampai panas menerima telponnya . Alhamdulilah mengerti dengan janji harus menelponnya sejam sekali waduuuuh. Repoooot.

Posting Komentar

5 Komentar