APA YANG BERBEDA HARI BIASA DENGAN RAMADHAN?


Yang gampang itu menyalahkan dan nyinyirin kesalahan orang. Yang susah? Nyalahin dan intropeksi diri sendiri.

Permainan bola yang ramai adalah penontonnya. Yang dengan mudah berkata "GOBLOK" masa gitu aja ga bisa. Astaghfirullah, nanya donk kalau kita yang jadi pemain bola apa lebih baik yak dari dia? Sama halnya seperti media sosial yang ramai adalah netizennya. Mudah sekali komentar dan nyinyir seakan kita adalah mahluk paling mulia dari yang kita kritisi. Maklum mulut dan lidah ini diciptakan tak bertulang. Jadi mudah sekali untuk bicara.

Kembali lagi ke pemain bola. Mereka saja yang sudah berlatih keras dan intens saja masih salah, gimana kitaaaa ya yang nggak pernah main bola. Pengalaman pribadi brow and sist, lelah hayati mengejar sikulit bundar itu. Maklum bukan pemain futsal bentukan, tapi atlit dadakan. Besok-besok ogah main futsal kalau 17 an ah hihi

Hikmahnya ke kita? Tangan 10 jari kalau perlu menunjuk semua kesalahan orang, tapi 1 saja telunjuk menunjuk diri . . .heu SUSAH. Tapi semut di seberang mata lebih tampak daripada gajah di pelupuk mata kita. Pertanyaannya? Kalau semua salah, apa kita juga selalu benar? Itu yang sering menjadi pertanyaan diri ini. Kan manusia tempatnya salah, jadi bukan melihat kesalahan sedikit terus jadi bulan-bulanan berbulan-bulan.

Intinya apa sih di weekend ini, ceritanya lagi muhasabah sama diri sendiri, di masa-masa menjelang ramadhan intinya. Kurang lebih seminggu lagi. Duh nyampe nggak yaa? Umur dan kesehatan? Bismillah sampe inshaallah, selftalk dengan diri sendiri, dengan upaya mengumpulkan keberanian membersihkan pribadi ini, siap masuk ke dalam kawah candradimuka puasa fisik dan hati.

Membersihkan diri dan badan ini dari kotoran-kotoran yang menggumpal selama ini menyumbat hati, pikiran, dan raga. Bersyukur punya Bulan Ramadhan sebagai wadah untuk menyucikan dan menbersihkan diri. Walau setiap hari kita diajarkan untuk memohon ampun atas segala kesalahan diri berupa MUHASABAH yang dilakukan sebelum tidur. Bonus lainnya? Jika ramadhan ini dijalankan sesuai sunah rosul, maka kesehatan kita sebulan ini akan lebih baik seperti orang baru turun mesin lagi, dengan mesin yang lebih kuat.

Apa yang berbeda dengan Ramadhan dan hari biasa? Yuk belajar sama-sama:

SEPULUH HARI PERTAMA nya adalah Rahmat, dimana banyak Rahmat yang Allah turunkan. Anjuran untuk lebih banyak berdoa dan beribadah sangat disarankan.

DI SEPULUH HARI KEDUA adalah Maghfiroh yang artinya ampunan. Kesempatan menghapus semua dosa kecil dan besar, sengaja dan tidak sengaja, akan diampunkan bila diiringi taubat sesungguhnya yaitu taubat nasuha. Ibarat kain putih kotor diputihkan lagi seputih-putihnya. Perjuangan memutihkan dengan perbanyak ibadah sholat malam, berdoa langsung pada-Nya,

Istighfar dan berdzikir melalui muhasabah semata hanya dan di hadapan Allah saja. Lantunkan kata-kata cinta kita pada sang Maha melalui sepertiga malamnya yang kita telikung setiap harinya. Membasahi air mata dan sajadah kita dalam ucapan tulus penuh keyakinan pada sang Maha.

DI SEPULUH HARI KETIGA adalah time for sale. Berlomba-lomba untuk meraih SALE penghindaran diri dari api neraka. Dengan apa? Dengan hadirnya malam Lailatul Qadar, yaitu malam yang lebih baik dari seribu bulan seperti dalam (QS. Al-Qadr).

Berjuang untuk meraih SALE Allah bentuk pengampunan dan keistimewaan lainnya, benar-benar harus diperjuangkan. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita di masa lalu dan kini, serta menjauhkan kita dari api nerakanya. Bersyukur sekali meraih salah satu Sale malam Lailatul Qadar Nya yang memang tidak mudah.

Namun, jika kita mampu satu kali saja dari malam Lailatul Qadar tersebut subhanallah kita akan kembali fitri dan menjadi bayi yang seakan baru lahir ke dunia ini. Tanpa dosa, aamiin itu janji Allah.

Itu kenapa banyak yang berusaha dan berlomba meraihnya melalui itikaf . I'tikaf, berasal dari bahasa Arab akafa yang berarti menetap, mengurung diri atau terhalangi. Pengertiannya dalam konteks ibadah dalam Islam adalah berdiam diri di dalam masjid dalam rangka untuk mencari keridhaan Allah Swt  dan bermuhasabah atas perbuatan-perbuatannya.(Wikipedia)

Tidak ada keistimewaan baik laki-laki atau perempuan semua punya kesempatan yang sama. Bedanya, buat muslimah harus mendapat Ridha dari orangtua atau suaminya. Inshaallah Ridha mereka adalah Ridha Allah jua. Setuju yaa

Bersyukur banget menjadi muslim dan memiliki Ramadhan. Bulan yang paling ditunggu setiap tahunnya dengan harap-harap cemas (iih kaya jodoh aja ya). Iyalah . . .masalahnya sampe nggak umur dan kesempatan kita, itu pertanyaannya sahabat.

#muhasabahjelangramadhan2019
#evadir
#selfreminder

Posting Komentar

12 Komentar

  1. Masyaallah, selalu berharap dapat lailatur qadar ketika berada di 10 malam terakhir. Bismillah selalu gempur ibadah mumpung masih sehat dan muda *cailah, hihi. Semoga kita dimudahkan beribadah di bulan ramadhan ini ya bun. Aamiin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiiin yra inshaallah saling mengingatkan ya

      Hapus
  2. Tantangan terbesar selalu di 10 hari ketiga karena masuk jadwal mudik dan sebagainya. Tapi tetap semangat dong, Allah tahu usaha kita.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah tahun ini saya pulang seusai lebaran

      Hapus
  3. Bulan Ramadhan selalu menggetarkan hati..sungguh ujian bagi manusia bisakah ia memanfaatkan bulan yang penuh berkah ini dengan kebaikan...semoga Allah selalu membimbing kita untuk mengisi bulan Ramadhan dengan amal ibadah terbaik yang bisa kita lakukan..aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju mbak tinggal sudut mana kita mengambil ya

      Hapus
  4. Semoga ibadah puasanya lancar dan berkah ya Miss.. saya dukung dengan doa dari jauh. Amin amin amin

    BalasHapus
  5. Semoga ibadah puasa bulan ramadhan ini bisa mendapatkan tebaran barokah dari Allah y mba. Insha allah

    BalasHapus
    Balasan
    1. aammiin yra inshaallah dengan ucapan dan doa yang sama

      Hapus
  6. In syaa Allah puasa di tahun ini bisa lancar, dimudahkan dan berkesempatan menjemput malam lail atuh qadar. Aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. aammiin yra inshaalah ya mbak yuk semangat

      Hapus