https://id.images.search.yahoo.com


Siapa yang tidak down, saat dokter menyatakan bahwa rahim sebelah kananku bagian  indung telur sudah rusak dan harus diangkat. Padahal manisnya pernikahan baru saja kurasakan belum genap dua tahun ini. Harus menjalani proses operasi untuk menuntaskannya agar tidak menghalangi yang lainnya, begitu saran dokter yang kuterima. 

Tak kurang suami dan keluarga besar kami mensuport dan memotivasiku, walau ada juga yang mengecilkan semangatku. Sempat ada rasa takut dan tidak percaya diri dengan rasa ketakutan dan kekhawatiran berlebih kurasakan. Pada saat mengawas di sebuah SMK swasta tempatku bernaung, aku mendapat teman mengawas yang kutahu sangat baik dan mau berbagi pengalaman menarik untukku. 

Beliau bercerita bahwa dia pernah divonis oleh dokter dan lainnya tidak bisa punya anak. Serta hidup dalam tekanan keluarga dan masyarakat yang menuntutnya untuk segera memiliki keturunan. Temanku bukan tipe perempuan yang pasrah dan menyerah, dengan usaha maksimal dia terus dan selalu berdoa. Tapi yang paling hebat dari itu semua adalah keyakinannya, bahwa tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah. Siapa yang bisa mengalahkan vonis manusia? Ya Allah,  karena Dia-lah Maha Segala-Nya. 

Keyakinan itu terus dipegang sampai akhirnya Allah menakdirkannya untuknya tiga anak laki-laki manis lahir dari rahimnya, setelah sempat keguguran di bayi pertama kehamilan. Tidak  berputus asa, terus yakin dan benar adanya. Dia dipertemukan dengan seorang dokter kandungan Indonesia keturunan India. Dengan welas asih dan memotivasi memberi bantuan berupa info obat yang bisa menyuburkan kandungannya melalui obat dari Jerman yang luar biasa patennya. 

Alhamdulillah dia hamil lima bulan setelah kegugurannya. Tiga bayi jagoan hadir dalam hidupnya dalam waktu empat tahun berturut-turut. Itulah hadiah dari sebuah KEYAKINAN. Mendengar itu, menjadi sebuah mood booster yang sangat berharga untukku. Segera kuperbaiki sikap dan meyakini bahwa Allah takkan pernah tidur mendengar doaku. Aku meyakini bahwa aku tidak akan kehilangan apapun yang terjadi dalam proses pengobatanku. 

Selama dua minggu, aku terus meyakini itu setiap ada info apapun baik dan buruk menjelang operasi  selalu berkata, "Tidak akan terjadi apa-apa, dan tak perlu dikhawatirkan" dalam hati seakan berkata kepada diriku sendiri dan seolah berkata kepada Allah. Sehari menjelang operasi, aku  masuk dalam pemeriksaan kembali. Ternyata, subhanallah hasilnya sungguh di luar harapannya. 

Dokter mengatakan bahwa rahimku masih bisa berfungsi dan baik-baik saja. Sujud syukurku tak henti menerima kabar baik ini. Teringat ucapan teman "keyakinan mengalah vonis manusia, benar adanya." 

#terinspirasikisahrekankerja,
Bekasi, 19 Maret 2018