Mengampu kelas 12 di SMK Yadika 13 di tahun pelajaran 2018-2019 ini adalah tantangan tersendiri buatku tahun ini.

Di tengah tanggung jawab dan amanah yang berat itu alasan utamanya. Dimana walau hanya mengajar  tujuh kelas mapel matematika dengan waktu 28 jam pelajaran dari 54 jam pelajaran yang ada di sekolah, ternyata sisa 26 jam pelajaranku harus mengurus beberapa tanggung jawab sebagai pembina Paskibra, Pramuka, dan PMR.

Mengapa disebut tantangan? 

1. Menjadi Walas kelas 12, guru pengampu Matematika kelas 12, dan Pembina 5 kegiatan (Pramuka, Paskibra, PMR sekaligus UKS, Belanegara, dan K-7) huuuuuuft tahan napas dulu neh he he.

2. Tahun ini adalah tahun ke-3 UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) di SMK Yadika 13 tempatku mengabdi. Dua tahun lalu, aku sudah bertugas mengawal pertama kali, Alhamdulillah rata-rata NEM kelulusan 7,7 untuk mapel matematika bisa tercapai. Tapi tahun lalu rata-rata matematika tidak tercapai bahkan jatuh sampai di bawah 6 di saat ms Juli diamanahi mengajar di kelas 11.

Kepala Sekolah memintaku membantu lagi di tahun ini untuk menaikkan nilai rata-rata matematika di UNBK tahun ke-3 ini. Duh tanggung jawab berat sekali.

Dua hal ini yang benar-benar menjadi tantangan terberatku. Aku harus bisa membagi waktu antara tugas utama dan tugas tambahan sebagai pembina. 

UN yang saat ini berbasis komputer harus memiliki trik khusus menghadapi nya. Terlebih di SMK di mana orientasi bukan kuliah, tapi bekerja.

Tahun ini pemerintah sudah menginstruksikan bahwa nilai penentu kelulusan adalah USBN (Ujian Sekolah Berbasis Nasional)  dan itupun kembali kepada sekolah dengan acuan indikator-indikator yang akan memenuhi seperti SKL (Standar Kompetensi Lulusan) salah satunya. Sedangkan nilai UN atau UNBK adalah nilai penentu kompetensi siswa ke universitas yang dituju atau ke Perusahaan jika siswa melanjutkan untuk bekerja. Jadi standarnya akan terlihat di nilai tersebut.

Itu kenapa penting buat sekolahku, untuk bisa membuat dan menaikkan nilai UN atau UNBK siswa kami. Sekolah tempatku mengampu adalah SMK swasta, dimana tujuan utama orientasinya adalah memiliki skil kelulusan siap pakai pada saat bekerja.  Sehingga berharap mereka mau ekstra berjuang di tiga mata pelajaran utama UN adalah hal yang tidak mudah.

Bahkan membuat siswa tertarik untuk mau belajar dan betah di kelas belajar itu merupakan tantangan tersendiri. Apalagi kita berharap di kelas 12 ini mereka mau berjuang. Tapi bukan Ms Juli kalau ini tidak bisa dilewati dengan happy. Pengalaman mengajar selama hampir 30 tahun mengajar membuatku memiliki sedikit bekal untuk mengatasi tantangan itu.

Dengan trik dan strategi khusus aku melewati semester lima dan enam kelas 12 ini,  mengawali kontrak belajar di awal tahun pelajaran. Menanamkan hastag KESADARAN (hihi kaya medsos saja) dalam artian motivasi di awal pembelajaran. Menekankan pembelajaran bukan lagi teori yang dikejar, tetapi lebih banyak praktek soal-soal persiapan menghadapi UN.

Untungnya kelas sebelasnya aku sendiri yang mengajar, walau harus berjibaku dengan PSG atau PKL (Praktek Kerja Lapangan) Alhamdulillah mampu mengajar dan mengejar materi yang menjadi pokok UN. Semester 5 kukejar yang tertinggal, awal masuk semester 6 di bulan Januari mulai latihan sesuai kisi-kisi SKL UNBK yang sudah dishare pemerintah.

Ssst jangan bilang ya ms Juli nggak sempoyongan. He he namanya juga manusia pasti ada sisi lemahnya, dengan berbagai faktornya. Kesehatan,  motivasi, dan kegiatan yang berjubel juga kadang bikin turun semangat sesekali, sehingga baper mode on turut mempengaruhi.
Alhamdulillah, kerjasama yang telah terjalin sejak kelas 11 dan motivasi yang telah tertanam sebelum-sebelumnya, serta kontrak belajar yang sudah dipahami siswa, ms Juli bersyukur bisa menanamkan budaya belajar dengan KESADARAN walau belum 100 persen. Pasti ada saja buat anak yang malas, belum termotivasi, dan faktor-faktor lainnya menjadi pengurang.

Budaya aktif bertanya, kesadaran hadir di kelas, mengerjakan dan mengumpulkan tugas buat siswa di SMK ini saja, sudah sangat kusyukuri. Anak SMK loh, tentu akan berbeda dengan anak SMA yang memang fokus dan orientasinya adalah kuliah. 

Pada akhirnya, kututup UNBK 25 - 28 Maret lalu, dengan bahagia. Karena hampir 75 persen siswa bersemangat menghadapinya. Dan 100 persen hadir dan sehat mengikuti UNBK Matematika hari ke-2 tersebut.

Semoga pengumuman nanti, ada kabar yang membahagiakan dari usahaku melewati lika-liku bersama pejuang UNBK SMK Yadika 13 tahun ini.

#pejuangunbksmk
#smkyadika13