Dear sahabat 
Berikut pengalamanku tentang vibrasi negative dan cara mengatasinya. Semoga bermanfaat😁

Sebagai pedagang saya pernah menemui calon pembeli yang benar-benar bikin capek hati. Saya berjualan gorden dan segala pernak-pernik dekorasi rumah, si calon pembeli ini sering ketoko hanya untuk melihat ini melihat itu, bongkar ini bongkar Itu. 

Tawar ini, tawar itu setelah deal nggak pernah jadi. Sekali dua tiga kali saya sabar melayaninya meskipun saya dan karyawan terasa capek merapikan kembali yang dia bongkar. 

Pada waktu keempat kalinya dia ke toko, saya sudah siap-siap untuk memarahinya.  Jika dia masih melakukan hal yang sama. Dia langsung ke etalase tarik ini tarik itu, Tanya ini tanya Itu. Awalnya saya jawab ketus, tapi kemudian berpikir Jika saya ikhlas pada ujian yang dibawa calon pembeli ini dan mau mengalah serta menurunkan ego, maka setelah ini akan datang pembeli lain yang belanja puluhan juta pada saya.

Begitulah terbersit dalam pikiran saya, seketika wajah yang begitu masam dan ketus jadi cerah.  Saya melayaninya dengan ramah, meskipun tahu kemungkinan besar calon pembeli yang super nyebelin ini nggak akan belanja, cuma hobbynya saja yang bongkar-bongkar, šŸ˜šŸ˜šŸ˜‚ ternyata benar dia nggak belanja. 

Tetapi saya sudah siapkan oleh-oleh dari toko untuknya, begitu dia nyelonong keluar saya langsung memanggilnya,  "Sebentar bu', ini sedikit oleh-oleh dari toko kami untuk ibu'.  Ibu' sudah jadi calon pelanggan yang super. 

"Rajin datang kemari" Kata saya sedikit membungkukan badan tanda hormat. 
Dia menjawab "Loh saya nggak beli apapun kok dikasih?" Dia sangat heran.
Nggak apa-apa bu', kedatangan ibu' ke sini bikin kami semangat kerja dan karyawan bisa belajar merapikan toko dengan sigap" saya tersenyum lebar, dengan wajah ragu-ragu dia mengambil bungkusan itu.

Setelah dia pergi saya sangat plong, sebuah perasaan yang sangat sulit dijelaskan.
Tak berselang lama, datang lagi ibu-ibu dengan tipikal yang sama, bongkar ini bongkar Itu tanya ini tanya itu, lalu bongkar lagi. Lama sekali dia di toko saya tidak ada tanda-tanda mau beli, saya menyuguhkan minuman dan habis 3 aqua gelas. šŸ˜‚šŸ˜‚ 

Dalam hati saya ujian terberat ini menghasilkan sesuatu yang indah hari ini juga. Saya melakukan hal yang sama memberi oleh-oleh ketika dia pulang, karyawan saya merasa heran, lalu saya bilang nggak papa itu pembukaan, sebentar lagi datang pembeli sungguhan kata saya sangat yakin. 

Dan ternyata itu ampuh, tak lama datang pembeli sungguhan dan serius ingin design interior  rumah barunya, mulai dari wallpaper,  gorden, karpet, alas meja sampai pada sprei, bedcover dan segala pernak-pernik dekorasi rumah senilai 45 juta. Semua dibayarnya pada hari itu juga, padahal tadi saya hanya meminta DP 30 % dari total harga dan dilunasi setelah semua jadi. 

Tak lama setelah itu juga datang pembeli sungguhan dengan belanja sekitar 20 jutaan. 

Setelah mereka pergi,  Saya terduduk di kursi menangis sesenggukan. Bukan karena saya sedih tapi terharu dan bahagia. Begitulah LoA (Low of Attraction) bekerja saat saya berusaha mengubah vibrasi negative tadi. Saya berpikir jika tadi saya marah-marah mungkin akan lain ceritanya. Begitulah setiap kali saya mau marah dan kesal karena sesuatu yang mengecewakan saya ingat kejadian ini dan berucap: jangan Marah!! Jangan Marah!!  Senyum, senyum, senyum termanis sejagat raya, bahagia, bahagia, bahagia, berlimpah, berlimpah, selalu berlimpah. 

Karena Allah itu adalah apa yang positif kita pikirkan. Mashaallah barokallah. 


Bagaimana dengan teman-teman yang lain?  Share juga pengalamannya agar kita saling belajaršŸ™šŸ™