Setelah mengikuti Virtual Coordinator Training (VCT)  Batch-2 sebagai peserta dan batch-3 sebagai instruktur, hari ini Pak Gatot Hari Prawirowirjanto mengumpulkan peserta dan instruktur dalam satu pertemuan khusus.

Siapa pak Gatot yang lebih dikenal dengan pak GHP? Beliau adalah penggagas VCT ini yang merupakan Direktur Sekretarian Seameo dan SEAMOLEC. Apa itu SEAMEO dan SEAMOLEC? 




SEAMEO adalah singkatan dari South Asean Minister Education Organization. Organisasi yang dibentuk oleh seluruh Menteri Pendidikan yang ada dinegara-negara ASEAN. SEAMEO berdiri pada tahun 1965 dengan tujuan untuk membangun kerja sama dalam bidang pendidikan, ilmu pengetahuan dan kebudayaan pada wilayah tersebut, dimana sekretariatnya berpusat di Bangkok (sumber:google)

SEAMOLEC adalah sebuah institusi yang bernaung dibawah Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) atau Organisasi Menteri-Menteri Pendidikan se Asia Tenggara yang bertanggung jawab untuk mengembangkan Pendidikan Terbuka dan Pendidikan Jarak Jauh di Asia Tenggara.

SEAMOLEC berpusat di Indonesia dan bekerjsama dengan Departemen Pendidikan Nasional, khususnya institusi yang menyelenggarakan PJJ maupun institusai pendukung program. Alamat lengkap dari SEAMOLEC adalah: Kompleks Universitas Terbuka Jl. Cabe Raya, Pondok Cabe, Pamulang 15418 PO BOX 59/CPA Ciputat 15401, Jakarta, Indonesia Tlp. (62-21) 7422184, 7423725, 7424154 Fax. (62-21) 7422276 Informasi lebih detail, silakan membuka http://www.seamolec.org (sumber: google)

Apa itu VCT? Sebuah training yang dirancang secara online untuk melatih guru memiliki skill atau kemampuan  menggunakan ICT (Information and Communication Technologies) atau dikenal dengan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) dalam melengkapi pembelajaran di kelas. Bekerja sama dengan Kemendikbud yang membawahi kami guru-guru di seluruh Indonesia



Seiring dengan kemajuan teknologi dan munculnya generasi milenial yang lahir dan sudah terpapar teknologi sejak dalam kandungan ibunya. Sebagai guru dituntut untuk mengupdate dan mengupgrade ilmu dan pengajaran sesuai zaman milenial saat ini. Terlebih tuntutan kurikulum 2013 lebih tepat bila KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) di kelas dilengkapi dengan pembelajaran menggunakan TIK.

Bentuk Indonesia sebagai negara kepulauan yang luas dan tersebar, tentu membutuhkan energi yang tidak sedikit untuk meningkatkan mutu dan kualitas guru di seluruh Indonesia. Dengan memberikan pelatihan berupa VCT inilah diharapkan mampu melatih dalam jumlah banyak secara daring atau online. Kendala waktu dan biaya juga dapat dipangkas sedemikian kecil.

Kisah perjalanan ms Juli menjadi peserta VCT pada batch-2 bisa dibaca di sini:


Nah di batch-3 ini Allah ijinkan ms Juli menjadi instruktur yang memandu peserta terutama di Jawa Barat umumnya dan Kabupaten Bekasi pada khususnya. Berbekal pengalaman menjadi peserta pada batch-2 sebelumnya. Sempat deg-degan soalnya sambil memeluk kesibukan yang luarrr biasa endesnya.

Tapi Alhamdulillah Allah mengijinkan ms Juli bisa melewati detik-detik nya membimbing peserta yang jumlahnya hampir 22 di KCD (Kantor Cabang Dinas) 22 wilayah Jabar-1 dibawah koordinator bapak Subhan Harri. Sertifikat senilai 60 jam dan surat tugaspun Alhamdulillah dapat digenggam sesudahnya untuk portofolio.

Memang tidak mudah, tapi bukan tidak bisa. Dengan kesabaran dan bekal pengalaman menjadi peserta pun ms Juli tularkan untuk menyemangati rekan-rekan peserta di grup kecil yang kupimpin. Sayang, kemauan dan kesabaran peserta tidak semua tumbuh. Dari 22 peserta yang benar-benar berjuang sampai akhir tugas hanya 7 peserta. Enam perempuan dan 1 laki-laki, berhasil menyelesaikan tugas sebagai host, moderator, dan presenter masing-masing sebanyak dua kali. Lalu merekapun berhasil mendapatkan sertifikat kelulusan senilai 39 jam belajar.





Itu kenapa kopdar yang dibumbui seminar pembelajaran yang digagas oleh pak GHP disambut antusias oleh peserta dan instruktur terpilih. Bertempat di Dinas Pendidikan TIKOM Bandung.  Sebanyak 200 peserta offline (tatap muka sebagai peserta dan Instruktur)  dan 700 pendaftar online, serta 14 sekolah penyelenggara paralel.
Acara ini  diisi oleh para narasumber expert, seperti Dr Ir. Dewi Sartika M.Si (Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat), Dr. Gatot Hari Priowirjanto, Dr Indrawati (Dir. SEAQIS), Pak Zulham (Deputy Dir. SEAMEO Biotrop), Pak Fajar (SEAMOLEC), Dr. Enni Soerjati SH., MH, dan tim Virtual Coordinator Jawa Barat. Keren kan?

Banyak materi-materi bagus yang dipaparkan oleh para narasumber ekspert tersebut di atas seperti:

1. Implementasi Pembentukan Karakter di Industri 4,0
2. Ekonomi Digital dalam  Industri 4,0
3. Implementasi STEM (Sains Teknologi, Engineering dan Matematika)  di Indonesia
4. Peningkatan Kualitas Pendidik Melalui Program Kordinator Virtual
5. Aplikasi Kantong Tugas peserta VCT

Asyik-asyik kan? Materinya daging semua sayang kalau dilewatkan. Siapa bilang guru nggak belajar, justru guru zaman now dituntut untuk mampu mengimbangi teknologi daring atau online saat ini tanpa meninggalkan kewajiban utama di offline.

Untuk acara bertajuk Saresehan Pendidikan Menuju Jabar Juara Di Era Revolusi Industri 4.0 ini, kami yang hadir diganjar sertifikat yang ditandatangani oleh kepala dinas pendidikan Provinsi Jawa Barat dan Pak GHP. Bangga sekaligus bahagia karena bisa bertemu langsung dengan teman-teman guru peserta dan instruktur yang selama ini hanya berkomunikasi via aplikasi WEBEX dan WAG. Menambah silaturahmi dan koneksi yang tak ternilai oleh apapun.




Terimakasih ya Allah, semoga ms Juli terus menjadi pembelajar seumur hidup demi pendidikan Indonesia lebih maju, anak bangsa, dan bekal untuk nanti pulang jika Allah memanggil.

#virtualcoordinatortraining
#gurudanperempuampembelajar
#seameo
#seamolec