Selasa, 18 Desember 2018

Dua Negara ini Adalah Tempat Impian Ms Juli

Halo, sahabat.
Punya nggak sih negara tujuan yang ingin dikunjungi seperti saya? Pasti ada dong? Ya, saya ingin sekali bisa berkunjung ke dua negara ini sebelum Allah memanggil saya pulang nanti. Negara mana saja sih? Yuk, saya beri tahu!




1. Jepang

Saya sangat mengagumi Jepang sejak kecil. Selain ibu saya masih ada bau-bau keturunan darah Jepang, katanya mamah punya bapak KNIL Jepang. Tapi, kemudian meninggalkan mamah ketika masih sangat kecil hingga kemudian mamah memiliki ayah tiri pengganti yang begitu sangat menyayanginya.

Melihat mama berpakaian kimono Jepang dengan cantik juga menjadi salah satu inspirasi saya. Dalam kehidupan sehari-hari saya juga mengagumi kedisiplinan orang Jepang terhadap dirinya, bahkan negaranya. Bagi saya, Jepang menginspirasi untuk berpikir bersih, jujur, dan disiplin. Itu salah satu kunci mengapa Alhamdulillah saya masih dipercaya untuk memegang banyak pekerjaan. Karena etos kerja yang ditularkan orang Jepang begitu melekat dalam benak saya.

Membaca buku tentang pendidikan di Jepang, juga menjadi inspirasi saya dan menguatkan untuk pergi ke sana. Bagaimana pendidikan karakter yang utama, dan kembali kepada kebudayaan sendiri yang melekat kuat, membuat Jepang memiliki arti dan tempat tersendiri di hati ini. Tidak pernah ingin terpengaruh oleh godaan budaya negara lain, bahkan menciptakan budaya tersendiri yang akhirnya ditiru banyak negara lain.

Bukan berarti saya ingin seperti Jepang loh, tapi pola pikir dan mindsetnya itulah yang ingin saya tegakkan dalam diri ini. Bungsu saya ternyata juga memiliki cita-cita yang sama untuk bisa magang di sana. Semoga terwujud ya dek, aamiin yra.



2. Mekah

Tempat atau negara kedua setelah Jepang adalah Mekah. Mekah sebagai tempat sentral ibadahnya kaum muslim di seluruh penjuru dunia. Tempat di mana , Baitullah atau Ka'bah melakukan umroh dan berhaji.
Selama 10 sampai 15 hari kita akan betul-betul khusuk beribadah seolah-olah berhadapan langsung dengan Allah. Melupakan sejenak dunia dan segala godaan melenakan saya selama ini. Saya terus membangun pikiran bahwa saya akan sempat datang ke sini. Entah suatu saat kapan dan bagaimana caranya. Biarlah Allah yang akan menggerakkan hati dan diri ini. Utamanya adalah niat.
Dengan niat, saya bisa menanamkan alam bawah sadar, bahwa negara ini suatu saat akan saya kunjungi bagaimana caranya itu. Allah akan membantu saya, hingga terwujud kelak.
Setiap teman, sahabat, kerabat saya yang akan berkunjung ke sana, saya selalu meminta doa mereka. Agar dipanggil segera dan bisa menikmati khusuknya ibadah bersama- Nya. Mudahkan ya Allah . . .
Sahabat, punya negara yang ingin dikunjungi dalam hidupmu seperti saya? Mau berbagi? Yuuuk ijinkan saya berkunjung ke blog kalian.

#bloggerperempuan 
#BPN30dayChallenge2018
#daythirteen

WHITE AND GLOW ALA QINARA


Bedanya wajah yang terawat dan tidak itu gampang Mak, lebih bening dan nggak kusam. Siapa bilang kalau berhijab harus dekil?


Jadi muslimah itu kan nggak perlu dandan mewah dan menor. Tetapi, kalau perawatan teratur dan alami inshaallah, siapapun bisa segar dan glowing saat melihat. Cantik dan keindahan memang tidak usah dipamerkan Mak, namun juga bukan berarti tidak peduli. Karena, kita sebagai muslimah juga kan dituntut untuk menjaga kebersihan yang merupakan sebagian dari Iman.


Cantik dihadapan suami pasti nomor satu,  anak-anak juga senang bundanya syantiiik apalagi kalau nggak pake marah-marah yaa ahayyy.  Dilema perempuan muslimah itu adalah saat pemilihan makeup yang sesuai dengan kantong, kulit, dan juga ramah lingkungan dalam artian alami.

Kalau ada produk kecantikan perempuan muslimah yang aman, pasti mau dong. Sekarang ada WHITE AND GLOW ALA QINARA yang baru-baru ini launching produknya yang sudah berlabel BPOM. Aman banget buat bumil sama busui, apalagi kalau dipakai dalam jangka waktu yang lama.

Bagaimana kalau berhenti sementara karena sesuatu? Tenang,  Qinara nggak bikin kita jadi ketergantungan. Tapi, kalau kita sudah merasa nyaman dengan QINARA, kenapa nggak terus setia? cieee . . Soalnya, produk kecantikan Qinara ini nggak bikin kulit perempuan jadi merah, mengelupas, karena bahan-bahannya ekstrak alami nyaman terasa. Buat muslimah seperti kita, ini yang dicari, bukan?

Dengan manfaatnya yang luar biasa,  selain kulit terlihat cerah, juga  melembabkan dan menghaluskan kulit wajah secara perlahan. Seiring dengan bertambahnya usia perempuan, permasalahan seperti flek atau noda hitam, dark spot, Melasma, hiperpigmentasi, begitu juga dengan kerutan di wajah akibat penuaan dini pada kulit, inshaallah bisa dicegah. Kok bisa? Bisa dong, karena QINARA bikin kulit semakin kenyal dan glowing.

Pilihan paket White and Glow Qinara dimulai dari:
      1. Facial wash white : pH sesuai jenis kulit, melembabkan kulit
      2. Face toner  
      3. Day cream white intensive sunscreen dengan SpF 30 dengan glowing effect.
      4. Moisturist night cream : Aloe Vera dan minyak zaitunnya bekerja menutrisi dan melembabkan kulit.
       5. Night cream intensive whitening :  mengandung vitamin c, sebutin, glutathione, scutellaria baicalensis root extract, waltheria indica leaf  extract dll

Ssst bonusnya, tekstur produk yang lembut, ringan, dan tidak lengket, bikin muslimah pasti jatuh hati dan nagih.

White and Glow bisa ditemui di: 
IG  @qinara_skincare atau
Website: www.qinaranaturalcosmetics.com
FP: https://www.facebook.com/Qinarakosmetik/.

Pasti gampang buat mention, Mak. Tunggu apalagi? Jangan sampai ketinggalan ah, kalau ada yang lebih alami dan aman di kulit, kenapa nggak? Chuzzz yuu ke alamat di atas.

#produkkecantikan
#whiteandglowqinara
#QinaraSkinCare
#QinaraNaturalCosmetics
#QinaraWhiteGlow

Rabu, 05 Desember 2018

Koleksi yang Paling Berharga Dalam Hidupku

Hai, Sahabat Blogger.

Bicara tentang barang yang aku koleksi di rumah sesungguhnya tidak banyak. Lebih banyak mengoleksi buku, baik pelajaran atau yang berkaitan dengan dunia menulis.
Harta yang paling berharga sejak kuliah 1990 adalah BUKU. Upz ketahuan ya, sudah berapa umurku hihi. Tapi tidak mengapa, umur boleh bertambah tapi jiwa harus tetap selalu muda. Dengan membaca dan menulis, aku merasa jiwaku ini terus bersemangat walau seberat apapun keadaan hati dan situasi.

Selama masih bisa menulis, dan membaca motivasi dari para penulis dimana kami satu frame dalam antologi, atau harus kuedit tulisan naskahnya semangat itu terus menggelora. Takkan pernah meredup jiwa ini untuk terus bisa membaca. Tak peduli berapa uang yang harus kusisihkan, untuk ikut training atau pelatihan yang kemudian dilanjutkan dengan antologi.

Portofolio yang saat ini begitu berharga bagiku sebagai pembaca buku sekaligus merintis menulis adalah ANTOLOGI. Buku yang ditulis bersama sebagai batu loncatan untuk kemudian mewujudkan buku solo kami kelak, aamiin yra.

Jadi kalau ditanya barang apa yang dikoleksi di rumah, dengan mantap kujawab BUKU. Buku sebagai jendela duniaku dengan dunia yang lebih luas. Sebagai karpet merahku untuk bisa mengenal dunia literasi dan eksistensiku sebagai penulis ke seluruh penjuru dunia.
Kebetulan, sudah setahun aku dan suamiku mas Umar merintis dunia penerbitan. Label Nurul Amanah Publishing sudah tersebar ke buku-buku cetak yang sudah kami terbitkan. Jadi koleksi buku pun bertambah. Setiap dari naskah, aku memiliki arsip satu buku. Walaupun sudah kubaca sebelum dicetak. Soalnya, aku kan profesional reading di perusahaan penerbitan indie bersama ini.

Ada lagi yang kupunya atau kukoleksi? Tidak ada sama sekali. Semua yang kumiliki kan hanya titipan amanah yang harus kujaga. Tidak untuk kuperbanyak atau kutumpuk sehingga menjadi mubazir karena sifat kewanitaanku.

Tapi, sssst jangan bilang-bilang ya kalau pakaian itu hingga saat ini masih kukoleksi bukan karena ingin numpuk. Aku hanya berharap kelak badanku bisa langsing lagi seperti tahun 2001 yang pernah mencapai 65 kg. Heuuu angka yang hingga saat ini masih sulit kugapai, entahlah mungkin karena aku selalu easy going saja yaa. Masalah seberat apapun, aku tetap masih bisa tidur nyenyak.

Ada yang memiliki hobi seperti aku? Buku-buku yang banyak di rumah? Yuuuk saling bertukar koleksi biar wawasan kita bertambah. Asyiiik ...

#bloggerperempuan #BPN30dayChallenge2018
#dayeleven

Sabtu, 01 Desember 2018

Kelima Buku ini Wajib Dibaca, no 3 Bikin Termotivasi


Hai, Sahabat!

Adakah di sini yang suka ngoleksi buku bacaan? Saya punya 5 buku yang bisa saya rekomendasikan wajib dibaca buat pencinta buku. Dilihat dari sisi mana sih? Dari sisi manfaatnya dan isi bukunya. Apa saja itu?




1. Matematika Berhitung Semudah Menulis untuk SD kelas 1 dan 2

Buku ini saya tulis bersama sahabat saya pak Supriyadi. Berangkat dari kegelisahan, karena ketika mengajar di SD sampai SMA begitu banyak pondasi berhitung yang begitu lemah. Bahkan, mau ujian kelas 12 perkalian 2 x 3 masih bingung. Duh kasihan banget ya. Belum menghitung penjumlahan masih pakai hitung mundur dan hitung maju. Itu sangat menyulitkan siswa di depan kelas saat berhitung.

Nah buku ini, mengajarkan konsep mudah berhitung yang hasilnya bisa permanen sampai siswa dewasa nanti. Dilengkapi alat peraga berhitung sambil bermain, dengan menggunakan kancing warna-warni yang menyenangkan. Dua buku ini warnanya berbeda, yang merah untuk kelas 1 SD dan buku yang biru untuk kelas 2 SD. Penasaran?

Konsep menanamkan pondasi berhitung mudah seperti menulis. Jika menulis saja mudah bagi siswa, maka berhitung seperti menulis memudahkan siswa secara permanen inshaallah. Dilengkapi dengan alat peraga dan banyak latihan soal, serta full color  membuat anak suka membacanya. Ananda jadi lebih suka berlatih, karena buku ini mudah dipahami siapapun baik siswa, guru, atau orang tua peduli pendidikan.

Tunggu apa lagi? Sebelum ananda terlambat dan mengalami kesulitan berhitung di sekolah nantinya.


2. Pelukis Hati
Bercerita tentang cinta, baik terhadap pasangan, kakak, adik, sahabat atau siapapun yang layak dicintai. Dengan segala lika-liku nya. Dibalut intrik manis dan air mata bikin perempuan baper untuk menghayatinya.
Buku pelukis hati ini ditulis oleh 11 penulis dengan tema cinta. Ada yang kisah nyata, juga dalam bentuk fiksi yang menghanyutkan. Diksinya ditulis dengan apik dan diramu dalam gambar-gambar yang pas sesuai tema.
Dengan cover warna merah muda, isi cerita yang ditulis oleh "Pelukis Hati Squad" ini terdiri dari 11 penulis yang merupakan alumni dari Kelas Menulis Online (KMO) batch 13 yang hingga saat ini masih setia bergabung dalam kelasnya. Inshaallah selamanya kata mereka, seakan tak ingin terpisahkan.
Buku ini berupa antologi yang ditulis dan diwadahi oleh mbak Deu selaku PJ KMO (Kelas Menulis Online) yang digawangi salah satunya oleh bang Tendi Murti dengan menggandeng Narasumber penulis-penulis hebat.  Kumpulan penulis lulusan KMO batch 13 ini sangat aktif dengan membentuk Pasukan Pelukis Hati Squad. Warna pink menandakan hati-hati perempuan yang super baper tapi anti baperan. Penasaran? Siap-siap tisu ya . . .



3. The Connected

Buku motivasi yang ditulis secara solo oleh Ustad Alif dari Kudus. Trainer sekaligus pendiri pesantren Nun Qur'an yang merupakan wadah bagi anak-anak jalanan dan mereka kaum dhuafa, sebagai niat tulus dari pengabdian Ustad Alif. Ditulis berdasarkan pengalaman beliau yang pernah jatuh bangun sebelum menemukan passionnya di dunia trainer motivasi. Sekaligus pendidikan hati dengan mendirikan pesantren di Kudus tempatnya berdomisili.
Berangkat dari pengalamannya yang jatuh bangun dalam usaha, karya, dan prestasi. Begitu memotivasi dan menggiring kita untuk bangkit dari keterpurukan, tanpa melupakan Allah. Bila kita selalu terkoneksi dan melibatkan Allah dalam setiap permasalahan, akan ada kekuatan bagi kita.
Wajib dibaca untuk mereka yang sedang frustasi, hidup stag pada kondisi tertentu,  galau, gelisah, down, give up, maka akan menggeliat dalam semangat yang kembali ter-charge, ter-connected langsung dengan pemberi hidup kita manusia.  Inshaallah mampu mencharge pulsa keimanan untuk senantiasa ter-install dan ter-connected dengan sang Maha pemberi kehidupan. Sehingga motivasi yang selama ini hilang, ataupun tak pernah hadir akan mengisi rongga hati yang paling dalam. Dan menjadi moodboaster mujarab yang tak akan terlupakan.
4. Seri Buku Guru Menulis
Berbagai kisah menarik pengalaman mengajar, menangani anak di dalam kelas, yang bisa menginspirasi teman-teman guru di manapun, orang tua juga siswa. Buku  Di balik Dinding Kelas ,  Guru adalah Penjaga Rahasia di dalam kelas yang terbaik, bagaimana mereka mengabdikan dirinya dengan amanah yang mereka pertanggungjawabkan baik di dunia maupun di akhirat. Sebagai Guru Digital  yang harus melek IT mereka juga dituntut untuk bisa menakhlukkan siswa dengan model gaya belajar dan karakternya mengikuti perkembangan teknologi. Tidak dapat dipungkiri.
Tiga buku ini bisa dinikmati sambil mengisi liburan serta menambah wawasan dunia pendidikan.


5. Rona Kehidupan

Buku Antologi cerpen tentang keluarga yang begitu menyentuh dan mengharu biru. Tanpa keluarga apa artinya hidup. Karena kehidupan kita bermula dari keluarga. Keluarga tempat kita kembali.

Ada sembilan belas penulis yang dikomandoi mbak Deu dari kelas Pena Kreatif Squad, kelas online yang begitu ciamik menulis cerita tentang keluarga berbalut aneka rasa.
Jangan sampai ketinggalan yuk! Harga tidak akan mbolongin kantong kita terlalu dalam. Apalagi isinya sangat luar biasa manfaatnya. Bisa pesan langsung ke: WA 0813-98511932 jiaah eyke ngendorse-in buku ya sahabat hihi. Siap menghadapi liburan akhir tahun? Bekali 5 bacaan ini menemani kita, no 3 motivasi bangeet.

#bloggerperempuan #BPN30dayChallenge2018
#dayten
#nurulamanahpublishing
#bukubagus
#penerbitanbuku

UAS Sudah Berlalu, PR Kita Apa Selanjutnya?

Pixabay


Belum juga berubah dari tahun ke tahun, semester ke semester. Setiap ada ulangan mid, semesteran, Akhir tahun selalu berulang karakter yang . . .membuat saya sedih. Entah ya bagaimana dengan stakeholder lainnya.

Rasanya kita sama, sebagai ibu juga guru di rumah. Bedanya, saya guru di sekolah. Fenomena yang selalu ada dari tahun ke tahun.

Tahukah emak? Bunda, ummi, mama, atau apapun sebutan orang tua di rumah. Maaf kalau saya salah, semua itu berangkat dari didikan di rumah. Ketika kita sudah mendidik anak kita sejak kecil dengan bingkai kejujuran rasanya inshaallah sampai besar akan terus tertanam jiwa bertanggung jawab dalam memperoleh ilmu.

Tapi, kalau kita bingkai anak kita "Harus berprestasi" untuk dipamerkan, dibanggakan, atau ditekankan ke anak kita. Percayalah . . .kami di sekolah menyaksikan atas mental-mental karakter menyimpang, atas nama "Harus Berprestasi" itu.

Rangking, piala, juara, piagam atau apapun yang kita bebankan ke anak kita itu terbawa sampai mereka dewasa. Karena takut dimarahi kalau nggak berprestasi, takut nggak jadi anak mama yang membanggakan lagi, atau apapun, maka tumpahan pelampiasan di sekolah adalah memakai topeng kepalsuan. Nyontek, copypaste, bolos dari tugas-tugas berat, menghindari guru tertentu, tidak ikut ulangan, nongkrong di kantin, di warnet dan sebagainya.

Padahal ketika dikonfirmasi, dikonseling, diajak bicara dari hati ke hati, dipertemukan dengan orang tua, mereka sebenarnya mau diajak berpikir untuk memberikan yang terbaik loh bagi orang tuanya. Bahkan orang tua bilang dulu anak mereka selalu juara, rangking 10 besar, kenapa begitu masuk SMP, SMA atau SMK, atau perguruan tinggi jadi berubah? Mengecewakan?  apa yang salah? 

Padahal, dulu ketika kita orang tua  jadi mereka belum tentu juga bisa atau mau diposisikan seperti itu. Yang ada adalah timbulnya jiwa pemberontakan seperti yang sudah saya gambarkan di atas. Saya hanya menganalisa dari sudut pendidik. Sekaligus, saya juga orang tua di rumah bagi anak-anak saya.

Lalu? Bagaimana solusinya . . .kalau belum terlanjur dewasa. Yuk ubah niat tujuan anak sekolah. Utamanya adalah agar memiliki wawasan ilmu, dibandingkan kalau mereka tidak sekolah. Menanamkan kesadaran bahwa belajar itu untuk mereka sendiri, bukan untuk kita orang tuanya, gurunya, atau untuk kebanggaan semata. Karena mencari ilmu itu menggairahkan, membuat mereka jadi tahu bukan malah bosan, merasa terpenjara dan sebagainya.

KESADARAN, nah hastag yang selalu saya berikan ke siswa saya. Kalau sudah kesadaran, apapun permasalahan inshaallah ada jalan keluar atau solusi. Tanamkan konsep mereka adalah Pemenang bukan Pecundang.

Pemenang itu selalu cari solusi, siap mengakui, berefleksi dan,  di evaluasi tanpa ada kata TAPI dan NANTI. Pecundang, selalu sibuk cari alasan, pakai topeng, sibuk berdebat, banyak bicara dan tidak mau dievaluasi. Pemenang itu siap kalah atau menang dalam perjuangan meraih ilmu. Kalau kalah siap belajar lagi dan mengevaluasi dimana kesalahan untuk jadi pelajaran, kalau menang tidak lantas menjadi jumawa dan sombong, seperti ilmu padi " Makin berisi makin merunduk" mau berbagi, makin rendah hati. Karena kesombongan hanya milik Allah.

Disebut pintar, karena ada yang belum pintar, disebut bisa karena ada yang belum bisa. Ingat Thomas Alfa Edison itu berangkat dari pandangan sinis siapapun karena dianggap idiot, tidak mampu, tidak jenius, tapi? Kenyataannya? Kesabaran dan keyakinan ibunya akan prestasi anaknya yang tertunda mengalahkan mereka yang selama ini diakui pintar dan segalanya. Hasilnya? Lebih melegenda Thomas A. Edison karena belajar dari kegagalannya. Anak kita? Kalah sekali, bakal ngedown dan merasa hidup akan berakhir waduuuh jauuuh padahal belum ada apa-apa nya dibanding Edison ya ma.

Mereka yang sekarang disebut sukses, raja keberhasilan, dulunya disebut raja kekalahan. Terpuruk dan bangkit dari kesalahan, kegagalan, menguatkan mental. Dibandingkan mereka yang terbiasa manis di awal, terbiasa mulus dalam perjuangan, tidak siap menerima pil pahit kegagalan, kejatuhan. Padahal dalam pertandingan selalu ada kekalahan dan kemenangan.

Sehingga . . .bismillah saya kok yakin anak tanpa beban dan tekanan justru dengan kesadaran, hasilnya lebih maksimal daripada jika kita menuntut harus ini harus itu, karena malu. Masa ayah ibunya pejabat nilainya jelek, masa ayah ibunya ganteng anaknya jeblok, masa ayah ibunya sudah susah anaknya juga susah belajarnya
.
Dari ketiga anak saya, sejak kecilnya tidak membebani mereka harus jadi apa. Terpenting bertanggung jawab atas apa yang mereka perbuat. Berani berbuat berani bertanggung jawab. Anak laki-laki itu yang dipegang adalah omongannya, bukan lainnya. Saya nggak malu ketika sulung lewat 4 semester dari kewajiban seharusnya. Dan terus bersabar, mendoakan, serta memotivasi bahwa hidup adalah tanggung jawab pada diri sendiri dan Allah.

Dia menyadari kesalahannya setelah merasakan sendiri kesulitan dan risiko yang dihadapi, akibat kurang disiplin, tanggung jawab, dan mengabaikan nasehat orang tuanya. Sebagai orang tua? Ya saya tetap menerima dan memotivasinya. Karena saya yakin, kesabaran saya pasti ada ujungnya. Walau harus berliku menerima keberhasilannya yang tertunda.

Itu semua karena KESADARAN yang saya tanamkan. Coba deh ma-pa jangan  dibalik. Saya bicara ini karena saya sudah merasakan sendiri punya tiga anak laki-laki yang saya besarkan hingga mereka sudah kuliah sambil kerja saat ini. Berat memang mendidik, tapi kita sudah di amanahi bersyukur. Banyak pasangan suami istri untuk punya anak saja susah sampai hari ini.

Padahal apa sih yang dibawa mati nanti oleh kita? Ilmu bermanfaat, amal sholeh, dan ANAK SHOLEH  yang mengerti agama dan mendoakan kita nanti kan? Sejujurnya hanya itu? Bukan kekayaan, pangkat, rumah mewah, atau apapun yang membanggakan kan Mak?
Yuk mulai perbaiki, semoga renungan jelang akhir tahun ini bisa sedikit memperbaiki dan belum terlanjur.

Silahkan di share jika dirasa manfaat. Hanya sedikit masukan dari seorang mis Juli, guru  sekaligus orang tua dari ketiga anak Sholeh yang kini siap menjemput masa depan lebih baik, dengan bekal dan mental agama.

#gurudanperempuanpembelajar
#belajardaripengalaman
#orangtuamotivatorterbesarhidupanak
#savependidikananakindonesia

Kamis, 29 November 2018

Di Semarang Akupun Terdampar

Lawang Sewu Semarang, pixabay


Hai, Sahabat.

Menjalani kehidupan berpindah tempat adalah pengalaman tak terlupakan sekaligus mengharukan buatku. Sejatinya, sebagai seorang perempuan inginnya hanya menetap di satu tempat saja. Tapi, dengan bangga selalu kubisikkan kepada anak-anak lakiku yang kini beranjak dewasa. Dulu saat mereka kecil selalu bertanya mengapa kita pindah lagi Bu? Kukatakan pada mereka, kita ini kontraktor anakku, yang kaya hati dan ilmu pengalaman mengelola masalah di lab kehidupan nyata.

Walau sejak kecil tinggal di Jakarta, dan selalu pulang ke Semarang kota kelahiran keduaku. Tetapi kali ini adalah hijrah dalam artian sesungguhnya ke Semarang. Setelah krisis moneter menghantam kami sekeluarga dan menanggung akibat risiko melewatinya, membuat segalanya porak-poranda.

Sejak kecil hidup teratur bersama mama-papaku kali ini begitu krismon kami banyak berpindah tempat. Kita hitung yuk berapa kali ya kamo pindah tempat, sejak menikah.

1. Bumi Sani Permai Bekasi

Pertama menikah meninggalkan rumah mama di Babelan Bekasi, aku tinggal di Perumahan Bumi Sani Permai. Tempat di mana aku merintis dakwah pendidikan di perumahan ini setelah keluarga tidak mengijinkan untuk menjadi CPNS di Bengkulu SMPN 5 Kapahiang Bengkulu Sumatera, sebagai guru Matematika.

Di sana aku mendirikan TPA (Taman Pendidikan Alquran) dimulai dari 10 anak yang mengaji dirumah. Begitu juga ibu-ibu yang ingin belajar membaca Alquran. Alhamdulillah mereka merasa termotivasi dan bisa sharing banyak, TPA anak berkembang selama dua tahun hingga jumlahnya mencapai 400 siswa. Pagi, siang, sore, dan malam. Ada empat sesi, saat itu belum memiliki momongan, jadi waktu yang tersita cukup banyak tidak terlalu mengganggu keluarga kecilku.

Sayang, krismon merusak niat dakwahku di sini. Aku harus membela keluarga daripada kepentingan dan ego atas niat dakwahku ini. Mulailah kami berkelana untuk mencari tempat hijrah memperbaiki keadaan keluarga yang porak poranda.

2.  Ibukota Jakarta

Kecil hingga dewasaku besar di kota ini. Namun, begitu 1990 aku harus merantau untuk menjemput ilmu Pendidikan Matematika di IPB Bogor. Tiga tahun, berbarengan orang tuaku pindah ke Babelan Bekasi.

Begitu krismon ternyata kali ini aku harus menetap lagi sekian bulan. Kehamilanku yang terakhir begitu terguncang akibat krismon. Tekanan debt colector dan krisis keuangan membuatku harus bertahan di sini, di tempat yang sesungguhnya juga membuatku tak nyaman. Mereka yang dulu menikmati manisnya keuangan kami sebelum krismon, kini berbanding terbalik. Seolah kami adalah parasit yang hanya menyusahkan. Sempat terpikir untuk mengakhiri hidup bersama kedua jagoan.

3. Babelan Kabupaten Bekasi

Alhamdulillah Allah masih menyayangiku . . .menggerakkan aku untuk kembali ke mama orang tuaku di Babelan, memintaku pulang. Ketika anak perempuan mereka dalam keadaan sulit, orang tua lah tempat kembali. Sayang, saudara-saudara ku tak mengijinkan aku dipeluk mama papa lebih lama. Begitu juga Allah mengujiku dengan mengambil mereka berdua meninggalkan aku yang masih membutuhkan bimbingan mereka terlebih dalam keadaan susah seperti ini.

4. Kota Semarang

Akhirnya aku terdampar di kota Semarang. Kota kelahiran ku kedua dan dibesarkan. Tempat kelahiran mama-papaku. Selain harus hijrah karena kasus perdata keluarga yang mengorbankan kami di dalamnya, juga untuk menyambung silaturahmi sesuai amanah papa sebelum meninggal.

Aku harus berkeliling ke Jawa Tengah untuk menyambungkan dan menyampaikan maaf papa dan mama. Agar tidak terputus silaturahmi kami keturunan mereka dengan keluarga besar Semarang yang kini sudah menyebar ke seluruh Jawa Tengah. Dalam keadaan terbatas keuangan, aku berusaha menyambungkan amanah orang tua ku. Alhamdulillah keikhlasanku membuka pintu-pintu hati mereka semua, keluarga besar Semarang.

5. Tambun Kabupaten Bekasi

Setelah 3 tahun terdampar,  memperbaiki, serta refleksi hati dan niat, Allah ijabah doa-doa ku untuk bisa kembali ke Bekasi setelah hijrah. Allah menggerakkan aku untuk mengabdikan diri dan sisa umurku di Bekasi ini, sampai Allah memanggilku kelak. Walau dimulai dengan perjuangan keras membuka hutan perbaikan ekonomi keluarga mulai dari nol kembali.
Tapi pengalaman di Semarang membuat mentalku harus kuat demi ketiga jagoan yang menjadi kekuatanku untuk bertahan. Merekalah alasan mengapa aku harus terus sehat dan hidup. Biarkan waktu menjawab apakah kelak aku masih bisa menjemput bahagiaku di sisa waktuku.

Alhamdulillah begitu fokus pada passion pendidikan, jalan demi jalan terbuka lebar. Bahkan aku bisa menyelesaikan pendidikan ku yang tertunda di D-3 sampai ke S-2 di Unindra Pasar Minggu. Setelah S-2 pertamaku di UMJ yang hanya tinggal tesis saja harus kukorbankan, merawat keluarga walau hati sakit karena yang tersisa tinggal sakitnya dan susahnya.

Saat senang, serupiahpun tak kudapatkan darinya. Karena ada hati yang telah dibagi dan aku terhianati hingga 11 tahun lamanya, aku pertahankan keluarga ini demi tiga anak lakiku yang masih punya masa depan dan jalan panjang.  Tapi Allah maha adil, menguatkan aku dengan tiga anak Sholeh ku, karir di dunia pendidikan yang pelan-pelan membersamaiku dalam pembelajaran seumur hidup. Sebagai bekal di hari tua, dengan atau tanpa siapapun. Memutuskan untuk menjalani dunia pendidikan, menulis, dan organisasi sebagai ladang amalku untuk bekal pulang nanti.

Jika ini kelak menjadi kota terakhirku menetap, ijinkan ya Allah agar hanya kebaikan yang kupeluk dengan Husnul khatimah. Lumpuhkan segala ingatanku tentang sakit hati, dendam, dan memory yang tidak baik saat aku tergoda untuk khilaf. Biarkan aku hanya mengingat kebaikan siapapun saat aku terpuruk, dan melakukan hal yang positif untuk menyapu segala dosa yang pernah tersirat dan tersurat. Baik sengaja atau tidak kulakukan, berharap keridhoan Allah yang akan kujemput nanti saat berpulang.

Sahabat, demikian kisah tempat yang pernah kusinggahi seumur hidupku. Ambil hikmah perjalananku saja yaa, yang kurang baik abaikan. Aku adalah sahabatmu yang ingin terus berbagi untuk menulis.

#Bekasiakhirnovember2018
#bloggerperempuan #BPN30dayChallenge2018
#daynine

MENJEMPUT TAKDIR POLIGAMIKU

Pixabay


"Aku mencintaimu sekaligus membencimu. Kau posisikan aku pada tempat yang aku tak sukai . . .terlalu banyak perempuan dalam hidupmu. Kurangkah? Haruskah aku bertahan dalam dilema tak berkesudahan?"

"Sabarlah . . .aku terlanjur sayang dan mencintaimu."

"Bukan begini mencintai, sayang itu tidak menyakiti. Apalagi membuatnya sedih . ." bisa apa aku wanita, seantero jagat pasti hanya bisa mengutukku dalam prasangka berbeda sesuai persepsi, tanpa tahu jalan cerita sebenarnya. Yang mudah adalah men-judge, yang penting bersuara.

"Pergilah, bawa cintamu untuk mereka. Karena kau tak mampu menyandingkan kami dalam silaturahmi kenyamanan memiliki bersama!"
"Tidak bisa . . .ini bukan negara Timur Tengah! Lagipula bukan pengakuan manusia yang ingin kita kejar Buu . ., Pengakuan dan ridho Allah" tak ingin dia melepaskanku dalam egonya.

"Sampai kapan aku kau pasung dengan label mereka, sebagai pelakor. Sedang aku tak pernah menggodamu. Ayah yang membuatku mencintaimu, kupikir ayah laki-laki jujur. Ayah yang tak jujur kalau sudah menikah dan sudah punya istri-anak. Mengapa? Mengapa aku yang kau pilih pada posisi ini? Apa salahku?"

" Bukan aku Bu, Allah yang memilih untuk kita . .maafkan aku." suaranya  mulai tercekat. Ya Allah, pernikahan ini kuasaMu terjadi. Bahkan daun jatuhpun atas kehendakMu.

"Lalu? Aku harus apa? Sementara dirimu tak pernah tegas mengakui di muka umum. Langkahku terbatas untuk beriring denganmu  dalam satu perjalanan. Bahkan memelukmu untuk bermanjapun takut . ." Memintamu untuk menemani malam-malam ku pun, tak mampu kau penuhi."

Biarkan aku tanpamu yah!, Menjalani sisa waktu dan umurku. Ibadah ini terlalu berat kujalani, langkah gontaiku sambil membatin.

Wanita adalah mahluk terindah perhiasan dunia. Mudah jatuh cinta, rindu, dan setia. Sedikit saja membuatnya dimengerti sudah membahagiakan. Tapi, jika sudah sakit dan tersakiti . . .sulit baginya untuk memaafkan dalam ikhlas. Sadarilah lelakiku, aku hanya mampu terus menggumam dalam batin pemberontakan ku yang tercekat dan terhenti di tenggorokan.

#lelakitakbertuan
#dilemapoligami

Dua Negara ini Adalah Tempat Impian Ms Juli

Halo, sahabat. Punya nggak sih negara tujuan yang ingin dikunjungi seperti saya? Pasti ada dong? Ya, saya ingin sekali bisa berkunjung k...